Jumat, 16 Januari 2026
Lojikata
  • Beranda
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Berau
    • Kukar
    • Kutim
    • Kubar
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Nasional
  • Dunia
  • Advertorial
  • Topik
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Beranda
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Berau
    • Kukar
    • Kutim
    • Kubar
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Nasional
  • Dunia
  • Advertorial
  • Topik
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi
No Result
View All Result
Lojikata
Beranda Dunia

YouTube Tak Mau Ditipu AI: Monetisasi Video AI Repetitif Akan Disetop!

12 Juli 2025

Aplikasi YouTube (Sumber: Lojikata)

Lojikata, Samarinda – Gelombang konten buatan kecerdasan buatan yang memenuhi internet kini mulai dipandang sebagai masalah nyata, bukan hanya eksperimen teknologi. YouTube akhirnya menarik garis tegas, platform ini akan menghentikan monetisasi untuk video-video yang mereka anggap repetitif, tidak autentik, dan didominasi AI.

Kebijakan baru ini diumumkan sebagai bagian dari pembaruan YouTube Partner Program (YPP) yang mulai berlaku pada 15 Juli 2025. Kebijakan ini kembali ditegaskan minggu ini seiring banyaknya laporan tentang penyalahgunaan AI untuk memompa jumlah video demi mengejar dolar iklan.

Berita Terkait

No Content Available

Dalam keterangan resminya, YouTube menekankan bahwa kreativitas manusia tetap menjadi jantung platform. Mereka tidak akan memberi ruang bagi video yang “hanya berupa kompilasi konten orang lain, diulang-ulang, atau tidak menunjukkan nilai tambah signifikan.” Secara spesifik, video yang hanya menampilkan suara dan gambar AI yang dihasilkan secara massal tanpa penyuntingan berarti akan kehilangan hak monetisasi.

Salah satu kreator asal AS yang diwawancarai oleh The Verge, Michael Chan, mengaku sudah merasakan dampaknya sejak awal tahun. “Saya mengunggah sekitar 100 video AI-generated quotes dalam sebulan. View-nya jutaan, tapi akhirnya kena demonetisasi karena dianggap spammy. Awalnya frustrasi, tapi saya sadar memang tidak ada nilai kreatif di situ,” ujarnya dengan nada pasrah.

YouTube tampaknya sedang berupaya mengembalikan integritas ekosistemnya di tengah serbuan mesin. Bagi banyak kreator, keputusan ini terasa seperti peringatan bahwa platform ini bukanlah ladang kosong untuk dieksploitasi algoritma, tetapi panggung yang masih dan akan tetap menghargai otentisitas manusia.

Lojikata melihat langkah ini sebagai sinyal jelas dari industri: bahwa di era AI yang meledak-ledak, nilai dari originality kembali dipertanyakan dan dipertahankan. Mesin bisa membuat ribuan video dalam sehari, tetapi hanya manusia yang bisa memberi makna pada setiap detiknya. (DS/LJK)


Sumber: Kumparan

Tags: MonetisasiYouTube

Berita Terkini

Prancis Allenya Utang: Tiap Detik Tambah Rp94,7 Juta, Alarm Defisit Gema Keras

9 Agustus 2025

$135 Miliar dalam Setengah Tahun: Bencana Alam Tak Lagi Statistik, Tetapi Tagihan Nyata untuk Dunia

8 Agustus 2025

Berita Populer

Sawit Kaltim: Dari Kebun ke Kehidupan, Mutu Inklusif Jadi Jalan Bersama

Sawit Kaltim: Dari Kebun ke Kehidupan, Mutu Inklusif Jadi Jalan Bersama

5 Agustus 2025
Kaltim Antisipasi Kekeringan: Musim Kemarau Diprediksi Berlarut Hingga Oktober 2025

Kaltim Antisipasi Kekeringan: Musim Kemarau Diprediksi Berlarut Hingga Oktober 2025

4 Agustus 2025
Kaltim Targetkan Semua Dosen S3: Gratispol Jadi Gerbang SDM Unggul

Kaltim Targetkan Semua Dosen S3: Gratispol Jadi Gerbang SDM Unggul

3 Agustus 2025
Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Media Siber
Kebijakan Redaksi
Iklan & Kerja Sama
© 2025 Lojikata Media Pratama | Hak cipta dilindungi undang-undang
  • Beranda
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Berau
    • Kukar
    • Kutim
    • Kubar
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Nasional
  • Dunia
  • Advertorial
  • Topik
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi

© 2025 LOJIKATA Media Pratama | Hak cipta dilindungi undang-undang