Jumat, 16 Januari 2026
Lojikata
  • Beranda
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Berau
    • Kukar
    • Kutim
    • Kubar
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Nasional
  • Dunia
  • Advertorial
  • Topik
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Beranda
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Berau
    • Kukar
    • Kutim
    • Kubar
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Nasional
  • Dunia
  • Advertorial
  • Topik
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi
No Result
View All Result
Lojikata
Beranda Dunia

Di Balik Lompatan Teknologi, Mengintai Ancaman Kekeringan Global

24 Juli 2025

Lojikata, Samarinda – Dalam ledakan pesat era kecerdasan buatan, ada satu ironi yang tak banyak dibicarakan: betapa teknologi ini, yang menjanjikan efisiensi dan kemajuan, ternyata sangat bergantung pada air. Bukan sekadar setetes dua tetes, melainkan dalam skala yang begitu masif untuk proses pendinginan dan pembangkitan energi listrik yang menopang pusat-pusat data raksasa di seluruh dunia.

Pada saat yang sama, dunia menghadapi kenyataan pahit. Separuh populasi global kini hidup dalam bayang-bayang kelangkaan air dan dampak nyata perubahan iklim. Fakta ini ditegaskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mengingatkan bahwa krisis air bukan sekadar masalah masa depan, melainkan persoalan yang sudah mengetuk pintu-pintu rumah kita hari ini.

Berita Terkait

Saat AI Jadi Mekanik Utama: Transformasi Tak Terhindarkan dalam MRO Penerbangan

Meski Tumbuh Jutaan Pengguna AI, Talenta Indonesia Masih Tak Memadai

Permintaan terhadap teknologi AI yang kian menjalar ke segala sektor kehidupan memperparah tekanan terhadap sumber daya air. Setiap ekspansi pusat data, setiap pelatihan model AI skala besar, dan setiap proses komputasi berat, membawa serta beban ekologis yang tak bisa lagi diabaikan.

Sarah Ibrahim, jurnalis BBC World Service, merangkum kegelisahan global itu dalam pertanyaan reflektif, “Akankah ekspansi AI yang pesat justru memperburuk situasi ini?” Pertanyaan itu tak hanya relevan, tapi mendesak. Di titik inilah umat manusia dihadapkan pada dilema antara inovasi dan keberlanjutan.

Kini, narasi kemajuan tak bisa lagi dilepaskan dari tanggung jawab ekologis. Teknologi tidak boleh tumbuh dengan rakus, menghisap habis sumber daya yang menjadi hak semua makhluk hidup. Pertumbuhan harus bijak, dan kemajuan harus bertanggung jawab. (IN/LJK)


Sumber: BBC Indonesia https://www.bbc.com/indonesia/articles/c20n2q29lz3o

Tags: Artificial Intelligence

Berita Terkini

Prancis Allenya Utang: Tiap Detik Tambah Rp94,7 Juta, Alarm Defisit Gema Keras

9 Agustus 2025

$135 Miliar dalam Setengah Tahun: Bencana Alam Tak Lagi Statistik, Tetapi Tagihan Nyata untuk Dunia

8 Agustus 2025

Berita Populer

Sawit Kaltim: Dari Kebun ke Kehidupan, Mutu Inklusif Jadi Jalan Bersama

Sawit Kaltim: Dari Kebun ke Kehidupan, Mutu Inklusif Jadi Jalan Bersama

5 Agustus 2025
Kaltim Antisipasi Kekeringan: Musim Kemarau Diprediksi Berlarut Hingga Oktober 2025

Kaltim Antisipasi Kekeringan: Musim Kemarau Diprediksi Berlarut Hingga Oktober 2025

4 Agustus 2025
Kaltim Targetkan Semua Dosen S3: Gratispol Jadi Gerbang SDM Unggul

Kaltim Targetkan Semua Dosen S3: Gratispol Jadi Gerbang SDM Unggul

3 Agustus 2025
Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Media Siber
Kebijakan Redaksi
Iklan & Kerja Sama
© 2025 Lojikata Media Pratama | Hak cipta dilindungi undang-undang
  • Beranda
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Berau
    • Kukar
    • Kutim
    • Kubar
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Nasional
  • Dunia
  • Advertorial
  • Topik
    • Sosial
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi

© 2025 LOJIKATA Media Pratama | Hak cipta dilindungi undang-undang